Sertifikat Hak Milik (SHM) merupakan komponen yang sangat penting terutama sebagai alat bukti kepemilikan sebuah lahan ataupun bangunan.

SHM ini memiliki sifat yang mengikat dan memiliki kekuatan hukum sebagai bukti kepemilikian rumah yang sah.

Terkait dengan fungsinya yang sangat penting ini, pastinya banyak pertanyaan yang muncul terkait dengan sertifikat ini.

Berikut beberapa pertanyaan yang acapkali dilontarkan yang berkaitan dengan Sertifikat Hak Milik:

Apa fungsi SHM?

SHM ataupun Sertifikat Hak Milik dapat dikatakan berupa akta kepemilikan tanah ataupun rumah. Sertifikat ini menempati golongan paling tinggi serta sangat kokoh dari bagian hukum.

Sebab SHM ataupun Sertifikat Hak Milik bisa juga disebut sebagai akta kepemilikan tanah ataupun rumah yang menempati golongan paling tinggi serta sangat penting dari bagian hukum.

Apakah sertifikat rumah bisa digugat?

SHM masih dapat digugat jika tidak memenuhi syarat diterbitkan secara sah, diperoleh dengan itikad baik dan secara nyata dikuasai, dan sejak diterbitkannya sertifikat tidak ada keberatan ataupun gugatan mengenai penguasaan tanah atau penerbitan sertifikat

Apakah BPN bisa membatalkan sertifikat?

Pembatalan sertifikat dapat dilakukan di luar mekanisme peradilan. Pembatalan ini dilakukan dengan cara mengajukan permohonan yang diajukan secara tertulis kepada Menteri atau Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional melalui Kepala Kantor Pertanahan yang daerah kerjanya meliputi letak tanah yang bersangkutan.

Hal-hal tersebut merupakan pertanyaan-pertanyaan yang seringkali dilontarkan terkait dengan SHM, kamu punya pertanyaan lain? Yuk tulis di kolom komentar ataupun dm di Instagram kami @adisukmaland. ***

Leave a comment

Your email address will not be published.